
Gambar senam dasar PSHT 1-90 polos wajib untuk dilihat karena dengan melihat gambar ini bisa lebih memahami bagaimana gerakan dasar senam yang harus rutin dilakukan pelajar PSHT. Untuk yang belum mengetahui bagaimana gerakan senam berikut dengan manfaatnya maka ada baiknya membaca ulasan berikut ini.
Gerakan Senam Dasar PSHT 21-40

Gerakan senam yang harus dilakukan terdiri dari 90 gerakan dan berikut ini adalah contoh gerakan 21 sampai gerakan 40 yang perlu dilakukan.
Gerakan 21
Gerakan 21 adalah mengangkat kaki kiri, lalu posisi tangan kanan mlumah yang posisinya sejajar dengan mata. Selanjutnya posisikan tangan kiri menghadap lawan segenggam dari posisi pergelangan telapak tangan kanan. Kemudian melakukan posisi sikap dan lakukan gerakan yang sama tapi kebalikan dari gerakan yang sudah dilakukan tadi.
Gerakan 22
Gerakan 22 adalah melakukan gerakan maju sambil melakukan lompatan kecil dengan posisi tangan persiapan menggenggam. Kemudian lakukan pukulan lurus dengan kaki belakang jinjit penuh. Selanjutnya lakukan gerakan swing dengan posisi kaki belakang drep.
Gerakan 23
Gerakan 23 adalah lakukan gerakan seperti di awal gerakan 22, kemudian tangan kiri posisikan di bagian depan lalu ditarik dengan melakukan gerakan memuntir tangan kanan di belakang. Selanjutnya lakukan gerakan besutan kaki depan slewah.
Gerakan 24
Gerakan 24 adalah lakukan lompatan kecil sambil bergerak maju dengan posisi tangan melakukan sikutan dan tangkisan ke bagian bawah. Selanjutnya tangan kanan yang ada di belakang membuka kosong, kemudian pasang posisi kaki depan agak slewah.
Gerakan 25
Gerakan 25 adalah maju dengan posisi kuda-kuda depan lalu tangan lurus ke depan atau posisi pasang. Selanjutnya tangan kiri yang ada di depan ditarik menangkis tendangan dengan menggunakan sikutan ke arah bawah dan tangan kanan melindungi kaki kuda-kuda bagian tengah. Kalau kesulitan melakukan gerakan ini bisa melihat gambar senam dasar PSHT 1-90 polos.
Gerakan 26
Gerakan 26 adalah melakukan gerakan maju dengan langkah serong kiri pasang 5. Selanjutnya lakukan gerakan sikap kemudian maju langkah serong kanan pasang 5.
Gerakan 27
Gerakan 27 adalah lakukan gerakan maju langkah serong kiri pasang 5, kemudian kaki kanan di bagian belakang ditarik dengkulan. Selanjutnya tangan kiri lakukan gerakan tangkis buang keluar dengan tangan kanan mengepal di bagian samping lutut kanan.
Gerakan 28
Gerakan 28 adalah maju langkah serong bagian kiri pasang 5 dengan kaki kanan melakukan tendangan A. Selanjutnya tangan kiri melakukan karatan ke bagian leher dan tangan kanan posisi mengepal di samping telinga.
Gerakan 29
Gerakan 29 adalah angkat kaki kanan dengan posisi tangan kanan menggenggam di sebelah telinga, lalu tangan kiri pada posisi pasang atau kosong. Selanjutnya kaki kanan diletakkan pada posisi menyerong ke belakang dan tangan kanan menangkis tendangan, lalu tangan kiri melindungi bagian depan badan.
Gerakan 30
Gerakan 30 adalah maju ke depan sambil melangkah serong kiri pasang 5 dan kaki kanan di bagian belakang melakukan tendangan A sebanyak 2x. Selanjutnya tangan kiri melakukan gerakan karatan ke leher sebanyak 2x dengan posisi tangan kanan di bagian samping telinga sambil mengepal.
Gerakan 31
Gerakan 31 adalah kaki kiri membuka ke bagian samping dengan posisi tangan di pinggang, kemudian badan membungkuk ke bagian depan tapi pandangan ke bagian belakang. Selanjutnya posisikan badan kembali tegak dan posisikan badan membungkuk ke bagian belakang dengan pandangan muka ke belakang.
Gerakan 32
Gerakan 32 adalah posisikan kaki kiri membuka ke samping dan tangan di pinggang, kemudian tangan kiri melakukan sikutan ke arah atas dan tangan kanan berada di belakang kaki dengan sikap membuka tidak berubah. Posisikan badan kembali tegak, lalu tangan kanan melakukan sikutan ke atas dengan tangan kiri di bagian belakang kaki.
Gerakan 33
Gerakan 33 adalah badan membungkuk sambil melakukan persiapan tendangan B dasar, lalu buat posisi dengan tangan di pinggang secara bergantian. Kalau bingung dengan gerakan ini bisa lihat gambar senam dasar PSHT 1-90 polos.
Gerakan 34
Gerakan 34 adalah tangan berada di pinggang dengan posisi kaki kiri diangkat sambil melakukan persiapan untuk melakukan tendangan T. Kemudian lakukan posisi sikap, tangan di pinggang dan kaki kanan diangkat melakukan persiapan tendangan T.
Gerakan 35
Gerakan 35 adalah badan membungkuk dan melakukan tendangan B dasar. Lalu posisi sikap dan tangan berada di pinggang sambil melakukan posisi ini bergantian.
Gerakan 36
Gerakan 36 adalah posisi tangan di pinggang dan kaki kiri melakukan tendangan T. Kemudian posisi sikap, tangan di pinggang dan kaki kanan melakukan tendangan T.
Gerakan 37
Gerakan 37 adalah kaki kiri membuka ke bagian samping atau menggeser tanpa melakukan angkatan, kemudian kaki kanan diangkat dan diletakkan di bagian depan kaki kiri dengan pandangan ke arah kanan. Selanjutnya angkat lagi kaki kanan dan letakkan kembali ke samping dan angkat kaki kiri letakkan di bagian depan kaki kanan dengan pandangan ke arah kiri.
Gerakan 38
Gerakan 38 adalah gerakannya sama persis dengan gerakan senam 37 hanya saja pandangan mata mengarah ke bagian bawah samping kanan dan samping kiri.
Gerakan 39
Gerakan 39 adalah kaki kiri membuka ke samping dan kaki kanan digeser ke belakang tanpa melakukan angkatan. Selanjutnya kaki kanan diangkat dan letakkan ke bagian samping lalu geser kaki kiri ke bagian belakang tanpa angkatan.
Gerakan 40
Gerakan 40 adalah kaki kiri buka ke samping dan kaki kanan diangkat dan letakkan di bagian belakang kaki kiri. Selanjutnya geser kaki kanan ke belakang dan tangan kiri menumpu di bagian lutut dengan posisi tangan kanan menjaga keseimbangan agar tidak menyentuh lantai.
Manfaat Latihan Senam Dasar PSHT
Melakukan gerakan dasar senam merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan karena gerakan senam bisa membantu pelajar membuat posisi kuda-kuda lebih kokoh sehingga lebih mudah melakukan jurus-jurus silat. Selain itu, gerakan senam juga dapat memperkuat otot besar dan otot kecil. Kalau ingin merasakan manfaat ini sebaiknya lihat gambar senam dasar PSHT 1-90 polos agar tahu setiap gerakan senam yang benar.


